Keputusan Claudio Lotito membekukan status Cristian Ledesma dan Goran
Pandev memang mengernyitkan dahi kita. Kedua pemain ini mungkin masih tergolong
pemain-pemain terbaik Lazio saat ini, namun pernyataan keinginan mereka untuk
meninggalkan Lazio pada akhir musim lalu turut berperan penting atas sikap
tegasnya Lotito. Memang sejak awal sesi transfer awal musim ini Lazio berniat
menjual mereka, tapi ternyata tidak ada satupun tawaran resmi yang menggoda
Lazio, alhasil, sampai sesi Transfer Window 1 berakhir , Pandev dan Ledesma
masih berstatus sebagai pemain Lazio.
Lotito ternyata tidak mau memaafkan mereka dan
kemudian dia mengintervensi pelatih Davide Ballardini untuk tidak memakai jasa
kedua pemain ini. Lotito pun menuai kritikan oleh Laziale maupun para pemerhati
sepakbola.Namun, saya sangat mendukung langkah Lotito ini. Bukan klub yang
membutuhkan pemain, tapi pemain yang membutuhkan klub. Lotito juga masih
tergolong waras jika dibandingkan Maurizio Zamparini, presiden Palermo yang
sering menelurkan perilaku-perilaku aneh.
Coba kita runut kebelakang, Lazio tidak pernah berusaha menjual pemain yang
masih bangga untuk mengenakan lambang Lazio didada, meski pemain itu sudah
tidak mampu memberikan performa maksimal untuk Lazio, seperti Simone
Inzaghi,Stephen Makinwa dan Cristian Manfredini, ataupun pemain yang tidak
berhasil mendapat tempat di tim utama, seperti Lucas Correa atau Alberto
Quadri, kerap dipinjamkan keluar,tanpa pernah dijual.Contoh paling sahih, kini
Roberto Baronio berstatus sebagai salah satu wakil kapten Lazio, padahal di
setiap musimnya dia selalu dipinjamkan keluar, namun karena Baronio punya
determinasi kuat untuk Lazio, Lazio musim ini mau memberikan kesempatan untuk
membuktikan dirinya.
Kondisi itu berbanding terbalik untuk mereka yang ingin meninggalkan Lazio
dengan menyiratkan tanda tidak setia lagi membela panji Lazio, seperti Valon
Behrami, Fabio Liverani, Aparecido Cesar,Giulliano Giannicheda dkk, Lotito sama
sekali tidak menghalangi mereka untuk hengkang dari Lazio,padahal mereka pemain
kunci Lazio ketika itu.Bagaimana mungkin pemain yang sudah tidak punya hati
lagi untuk klubnya, bisa memberi yang terbaik untuk timnya ?
Adapun Lotito selalu berhasil mendatangkan bintang-bintang baru yang tak kalah
hebatnya dengan bintang-bintang Lazio terdahulu. Lotito juga telah berhasil
membangun cerminan, Lazio bukanlah tim kecil yang bisa didikte oleh pemainnya.
Karakter kuat Lotito itu yang membuat saya semakin yakin Lazio akan kembali ke
masa-masa jayanya seperti akhir era 90an, meski jalan itu sekarang masih
terjal, Forza Lazio !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar